|
AP Sidoarjo Ikut Serta Dalam Kunjungan Kerja Tiga Menteri Pada 3 Tahun Lumpur Lapindo |
|
|
|
|
Friday, 12 February 2010 02:21 |
|
Sementara itu Menteri Kelautan & Perikanan bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup, dalam upaya mitigasi dan rehabilitasi penanggulangan semburan lumpur melakukan kegiatan penanaman pohon mangrove di pulau buatan yang berada di muara sungai porong. Saat ini bibit pohon mangrove yang telah ditanam adalah sekitar 45 ribu bibit pohon dari sekitar satu juta bibit yang direncanakan. Keikutsertaan Akademi Perikanan Sidoarjo dalam upaya mendukung kunjungan kerja ketiga kementrian tersebut yaitu dengan berpartisipasi mengirimkan satu pleton taruna Akademi Perikanan Sidoarjo untuk melakukan penanaman bibit mangrove. Sebelumnya atau tepatnya sejak pertama kali lumpur lapindo keluar pada pertengahan tahun 2006, Akademi Perikanan Sidoarjo telah berperan aktif melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan beberapa kegiatan yang berupa pelatihan budidaya perikanan maupun pelatihan pengolahan hasil perikanan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang terkena dampak semburan lumpur lapindo sebagai wujud kepedulian kita terhadap mereka yang terkena dampak. Kegiatan tersebut meliputi Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan yang dilaksanakan di Pasar Baru Porong pada tahun 2006. Selanjutnya pada tahun 2007 kegiatan dikonsentrasikan di lokasi bencana yang meliputi Desa Reno Kenongo dan Desa Plumbon yang berada di wilayah Kecamatan Porong, kemudian Desa Putat dan Desa Penatar Sewu Kecamatan Tanggulangin, serta Desa Kupang dan Desa Kedung Pandan yang berada di Kecamatan Jabon. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya untuk penumbuhan dan peningkatan usaha di bidang budidaya perikanan yang meliputi usaha budidaya bandeng, rumput laut dan perbaikan lingkungan budidaya dengan usaha pembibitan dan penanaman mangrove. Sedangkan kegiatan pengolahan hasil perikanan meliputi proses pengolahan produk yang diminati pasar, perbaikan sanitasi hygiene pengolahan, pengemasan dan pemasaran produk perikanan. Selain melaksanakan kegiatan pelatihan, Akademi Perikanan Sidoarjo juga memberikan bantuan peralatan proses produksi, bahan produksi, peralatan pengemasan dan peralatan pemasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kelautan & Perikanan memberikan sambutan yang antara lain yaitu bahwa issue mengenai dampak lumpur lapindo yang mencemari sungai, lautan dan merusak ekosistem tidak semuanya benar, karena masih ada aktivitas pertambakan yang operasional dan kehidupan biota laut di sekitar lokasi masih relative normal. Selain itu kawasan muara sungai porong yang terdampak lumpur lapindo akan dijadikan kawasan wisata dengan konsep Geo Eco Tourism Park, suatu konsep baru untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Sidoarjo. Dalam sambutan beliau juga mengatakan bahwasannya keberadaan lumpur lapindo dapat dikembangkan untuk terapi kesehatan/kebugaran dengan sauna mandi lumpur yang diyakini dapat menghaluskan kulit. Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa pulau buatan yang terbentuk akibat dari pembuangan lumpur lapindo di muara sungai porong dapat dijadikan lahan penanaman mangrove yang berfungsi untuk perbaikan lingkungan ekosistem laut. Kemudian perlu dilaksanakan restocking (pelepasan ikan/udang/biota laut lainnya) ke perairan sekitar lokasi semburan lumpur, agar laut menjadi kembali normal. Menteri Kelautan & Perikanan juga mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan tersebut diatas, diharapkan agar musibah besar yang terjadi akibat dari semburan lumpur lapindo dapat segera diatasi. Dari Kementrian Kelautan & Perikanan telah mencanangkan untuk peningkatan produksi dibidang budidaya perikanan secara umum dengan kenaikan sebesar 35% selama kurun waktu 5 tahun kedepan dengan bantuan penyediaan bibit-bibit/benur dan rumput laut serta sarana dan prasarana. Hal ini merupakan implementasi dari visi dan misi Kementrian Kelautan & Perikanan yaitu visi : Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan Terbesar 2015, dan misi : Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan.LPPM-APS’ 2010
|